Kost Belakang Gang
Aku pindah ke kost itu karena harganya murah dan dekat kampus. Gangnya sempit, tapi masih wajar—siang hari ada orang lewat, ada warung kecil di depan, dan beberapa penghuni lain yang kadang terlihat. Bangunannya agak tua, tapi tidak sampai menyeramkan. Lebih terasa sepi saja kalau malam. Pemilik kost bilang kalau malam biasanya tenang karena kebanyakan penghuni kerja pagi. Aku tidak terlalu mikirin itu. Malam pertama, aku tidur seperti biasa. Sekitar jam 12 lewat, aku sempat terbangun karena suara langkah kaki di lorong. Tidak keras, seperti orang jalan biasa. Aku pikir itu penghuni lain yang baru pulang, jadi aku lanjut tidur. Tapi beberapa menit kemudian aku terbangun lagi. Langkah itu masih ada. Kali ini aku benar-benar memperhatikan. Polanya aneh, bukan seperti orang lewat, tapi seperti mondar-mandir. Beberapa langkah, berhenti, lalu balik lagi. Masih masuk akal, mungkin orang lagi telepon atau kepikiran sesuatu. Lalu tiba-tiba langkah itu berhenti. Tepat di depan kamarku. Aku diam...